Masjid Agung Jamik Singaraja, Kebanggaan Masyarakat Singaraja

Masjid Agung Jamik Singaraja, Kebanggaan Masyarakat Singaraja

Masjid Agung Jamik Singaraja merupakan sebuah masjid bersejarah yang berlokasi tepat di Jalan Hasanuddin, kelurahan Kampung Kajanan, di Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia. Menurut candrasengkala yang dulu pernah ditemukan, masjid ini sendiri didirkan pada tahun 1654 Masehi. Masjid inilah yang menjadi kebanggaan masyarakat Singaraja, karena nilai historisnya yang menjadi saksi masuknya agama Islam di Bali.

Sejarah masjid agung jamik singaraja ini tak bisa dilepaskan dari peran seorang Raja Buleleng A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong yang beragama Hindu. Pintu kayu yang berukir warna hijau di gerbang masjid merupakan pemberian dia ketika masjid ini pertama kali dibangun. Masjid ini ceritanya didirikan pada tahun 1846M pada masa pemerintahan Raja Buleleng A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong. Dia adalah seorang penganut agama Hindu Bali, maka berbagai pengaturan pelaksanaan dan ke-pengurusannya diserahkan langsung kepada saudaranya yang beragama Islam yang bernama A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan Abdullah Maskati.

Masjid Agung Jamik Singaraja ini menjadi salah satu saksi bisu indahnya toleransi beragama yang terjadi di Pulau Dewata sejak pertama kali Islam Masuk ke Pulau Bali sampai sekarang. Masjid Agung Jamik Singaraja hingga kini juga masih menyimpan kitab Alqur’an tulisan tanga ndari A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan hingga sekarang masih ada keturunan dia dan tetap menggunakan nama Gusti meski memeluk agama islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *